Jumat, 16 Januari 2015

Secarik Kertas Untukmu

Yang Terhormat, Tuan..,

          Engkau tahu bahwa diriku bukanlah siapa-siapa, Bahkan hari ini pun aku masih berfikir baikkah diriku untukmu.Tuan, aku menyadari bahwa aku tak pantas untukmu. Tapi aku ingin engkau tahu apa yang selama ini ku rasakan. Mungkin di sana kau menemukan wanita yang lebih baik dari sikapku, ucapanku dan lebih baik dari akhlakku karena aku menyadari bahwa diriku bukanlah sesempurna yang engkau lihat. Diriku hanyalah seorang manusia yang Allah tutupkan aibnya, namun kalau Allah bukakan tentang aibku pasti engkau tahu bahwa aibku sungguh sangat banyak. Aku tidak punya kelebihan apa - apa untuk dibangggakan dan untuk diberikan kepadamu kecuali Allah yang selalu menjadi pegangan dan harapan didalam hidupku. Sementara engkau adalah seorang laki – laki yang soleh, ta’at, lembut ucapmu, bagus akhlakmu dan cerdas, mempunyai banyak kemampuan dan keinginan yang mulia, memiliki harapan yang diimpi-impikan yaitu mendamba seorang istri yang solehah, yang manjadi nakhoda dalam menjalani kehidupan ini. Namun diriku belum sesempurna yang engkau harapkan.

          Tuan, aku tahu, Aku hanyalah seorang insan pembelajar yang sedang memahami dan belajar mengenal islam,pemahamanku tentang islam masih sangat terbatas,namun keinginan yang besar untuk tetap istiqomah dalam meningkatkan kualitas diri dihadapan Robb-Nya. Maka Sangat besarlah kemungkinan kesalahan yang ada pada diriku baik kesalahan ucap maupun prilakuku. Maka itulah kekuranganku yang harus perbaiki.

          Maaf Tuan, perkenalan kita ku salah artikan menjadi cinta yang belum waktunya. Jika ku mungkin ini membuatmu marah maafkan. Teman berbagimu ini. Aku hanya ingin tenang dengan perasaan ini.


          Tuan, demikian surat ini ditulis untuk menyerahkan semuanya kepada Illahi Robbi, Sebagai ketawakallan diriku untuk memohon yang terbaik dari sisiNya. Semoga allah mempermudah jalan kita, Tuan. 

Salam rindu pengagummu Cyndi Alfiani :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar