Selama ini, tanpa
kusadari, selalu ada orang yang sangat baik dan begitu memperhatikanku. Dia begitu baik padaku. Entah sudah berapa
lama waktu yang dia habiskan untukku. Untuk segalanya. Untuk waktu perhatiannya
yang tanpa kusadari. Untuk segala emosi hati yang tak pernah kalut saat aku
mengenyahkannya. Untuk usaha perjuangan waktu demi bertemu denganku walau rumah
kami berdekatan. Aku tak tahu apa yang ada di pikirannya selama ini.
Tak menyangka jika
pada akhirnya aku mengetahui bahwa kau memiliki perasaan lebih dari apa yang
seharusnya. Aku tak berharap lebih. Justru aku hanya menganggap hubungan kita
hanya sekadar teman berbagi. Memang kau belum mengatakannya langsung. Tetapi aku
bisa merasakan semua rasa perhatianmu padaku. Aku bisa merasakan bahwa itu
bukan hanya sekadar pertanyaan melainkan itu adalah ungkapan rasa “perhatian”.
Aku tidak ingin
membuatmu jatuh terlalu jauh dalam lingkaran ini. Aku tak mengerti mengapa kau
bisa jatuh. Jatuh ke dalam orang yang salah seperti... AKU. Mungkin aku cukup
senang dan bahagia jika kau telah mengetahui segala kekuranganku dan bisa
menerima semua yang sudah terungkap. Selama ini aku berpikir bahwa tidak ada
pria yang bisa menerima segala kekuranganku. Dan setelah aku bertemu kau..
ternyata aku... SALAH.
Kau bisa menerima
semuanya. Bahkan melebihi keinginanku. Kau bisa membuatku nyaman, tersenyum
bahkan memikirkanmu. Maaf jika beberapa kali aku menghiraukan segala
perhatianmu dengan membalas sms dengan singkat. Itu aku lakukan karena aku tak
ingin membuat kau jatuh terlalu jauh ke dalam cinta ini. Aku berusaha untuk
menghentikannya sedini mungkin. Aku takut membuatmu kecewa. Aku takut tak bisa
memberikan apa yang telah kau beri padaku. Aku takut tidak bisa membalas apapun
yang telah kau lakukan terhadapku.
Usiaku dan usiamu
berbeda. Kau lebih muda setahun dariku. Tetapi cara berpikirmu mungkin
diatasku. Kau bisa mengontrol dan menenangkan suasana. Walau terkadang bisa
kapan saja kau bersikap seperti anak kecil. Ilmumu pun mungkin di atasku dengan
status kau anak pesantren. Ilmu agamamu jauh di atasku. Itulah yang membuatku
mengagumimu bukan... menyukaimu.
Berhentilah bersikap
baik seperti itu. Karena setiap kau melakukan hal yang baik untukku, aku selalu
ingin mengeluarkan air mata ini. Aku bingung apa aku harus senang karena ada
yang memperhatikanku? atau aku harus sedih karena kau memperhatikan wanita yang
salah? Wanita yang tidak menyukaimu? Ayolah bangun dari mimpi burukmu. Aku hanya
akan menjadi mimpi burukmu yang kau sangka adalah mimpi indahmu. Aku bagaikan duri di tangkai bunga mawar. Aku takut menjadi
duri tajam yang melukaimu, walau kau melihatnya itu adalah sebuah keindahan. Sesuatu yang sangat indah akan kamu rasakan ketika ada seseorang yang sangat mencintaimu.
Aku mohon,
berhentilah bersikap seperti itu. Masih banyak wanita yang mungkin menyukaimu. Simpan hatimu di relung terdalam dan tunggulah seseorang yang terbaik
untuk mengambilnya. Aku harap pesan ini
bisa kau baca walau aku tahu kau tak mungkin membaca pesan ini..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar