Selamat siang Tuan. Apa kabar kamu? Semoga kabar baik yaahh :) Entah sudah berapa lama kita tak bertemu semenjak aku lulus. Aku rindu kau, Tuan. Aku rindu senyummu. Rindu candamu. Rindu wajahmu. Bahkan rindu akan suaramu yang jarang sekali aku dengar. Tapi aku lebih rindu caraku melihatmu dari jauh. Tetap mengawasi gerak-gerik yang kau lakukan secara sembunyi. Secara diam. Diam bukan berarti aku tak melangkah. Aku diam karena aku tak ingin kau tahu bahwa ada seseorang yang mencintaimu lebih dari... mungkin dari kekasih hatimu...
Oh ya bagaimana dengan hubungan kamu dan ... kekasih hatimu? Iya kekasih hatimu itu. Adik kelasku. Dekat denganku. Bahkan sangat dekat sampai kita saling bercerita kekasih hati kita masing-masing. Kamu tau kekasih hati kita itu siapa? KAMU. Iya kamu. Kekasih hati dua wanita ini, kakak beradik ini. SAMA.
Kamu tau, Tuan? Aku menyukaimu sejak dulu. Sejak kamu dan kekasih hatimu belum memiliki hubungan apapun. Sejak kamu belum mengenalku. Sejak kita belum saling mengenal...
Tuan... entah berapa lama perasaan ini akan tetap bertahan dan terjaga untuk tetap menunggumu. Menunggu kepastian yang mungkin tak akan ada pastinya. Kamu tahu, Tuan? Selama ini aku cukup tegar untuk melawan rasa sakit ini. Rasa sakit saat kau sedang bersama kekasih hatimu. Orang yang dekat denganku.
Tuan... Selama ini aku baru tahu apa itu cinta yang sesungguhnya. Dan kamu adalah cinta pertamaku. Iyaaa LOVE AT FIRST SIGHT. Kamu beruntung, Tuan. Sangat beruntung karena bisa membuat aku menaruh hati padamu dan membuat aku berani untuk terjun ke dalam dunia khayalan. Entah bagaimana aku bisa berkhayal dan berimajinasi bahwa kelak nanti kita akan di persatukan. Aku bingung mengapa aku begitu yakin untuk menaruh hati padamu. Aku sangat bingung, Tuan...
Tuan.. kalau boleh aku tahu. Bagaimana dengan perasaanmu sekarang? Apa kau masih setia dengan kekasih hatimu? Apakah ada sedikit perasaan untukku? Tolong jawab pertanyaanku, Tuan. Kalau boleh aku jujur. Aku tak ingin hubungan kau dengan kekasih hatimu itu putus. Tapi aku pun tak ingin merasakan rasa sakit ini lebih lama lagi. Ini dilema yang sangat besar. Karena aku sudah menganggap kekasih hatimu itu sebagai adikku. Bagai kakak yang merelakan tambatan hatinya untuk sang adik tercinta. Itu sakit bukan?
Tuan, jika takdir tidak mempersatukan kita. Izinkan aku untuk tetap mencintaimu dan menjaga hati ini agar tetap bersih dan setia mencintaimu dalam JalanNya. Salam rinduku untukmu, TUAN :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar