Janji Allah mungkin tidak
datang dengan “SEGERA”.
Tapi akan selalu datang dengan “PASTI”. Seperti apa yang telah Allah janjikan
dalam surat An-Nur : 26.
Sekarang, aku memang tidak tahu dimana
keberadaanmu. Tapi aku yakin, kau akan dipertemukan Allah denganku saat
masing-masing kita telah baik di hadapan Allah.
Jika aku menginginkan kau
seorang yang baik dihadapan Allah, Maka izinkanlah aku untuk selalu memperbaiki
diriku dengan kebaikan sesuai ketentuan Allah.
Jika aku menginginkan kau
memberikan cintamu hanya untukku, Maka izinkan mulai sekarang aku menjaga hati
dan cinta ini hanya untukmu.
Jika sekarang aku
menginginkanmu menjaga akhlak dan pandanganmu untukku, maka izinkanlah mulai
sekarang aku menjaga akhlak dan pandanganku hanya untukmu.
Sehingga, ketika telah tiba
waktunya bagi Allah untuk mempertemukan kita, indahnya cinta yang terbingkai
dengan syurga pernikahan akan menjadi penggenap separuh dari agama ini.
Jika aku boleh jujur, penantian
panjang ini layaknya malam yang semakin gelap dan pekat. Hanya cahaya iman dan
sabar yang akan menjadi penerang. Tapi aku yakin, malam yang semakin gelap dan
pekat itu, tidak akan berlangsung selamanya.
Kerana semakin waktu
berangkat jauh membawa gelapnya malam, semakin dekat pula waktu menuju pagi
dengan sambutan mentari yang cerah.
Ya… di saat pagi itulah
Allah akan mempertemukan kita sesuai janji_Nya.
Pagi yang cerah dengan sapaan mentari yang ramah.
Bersama kidung cinta yang akan terus terlantun membawa nyanyian syurga yang
Allah turunkan untuk kita.
Gerbang pernikahan yang
indah dengan hiasan bunga ridha dan restu dari Allah.
Insya Allah akhi…
Waktu itu pasti akan datang bersama izin dari Allah.
Entah kapan, aku sendiri
juga belum tahu.
Biarkan Allah yang merenda ini dengan indah. Antara harapan dan kenyataan, ada
jarak dan waktu. Jarak itu bisa satu centimeter, bisa juga satu kilometer. Atau
bahkan lebih.
Waktu itu bisa satu hari
atau bisa juga satu tahun. Atau bahkan lebih. Dan di dalam jarak dan waktu
itulah, kita isi dengan kesabaran dan do'a.
Jodoh memang mutlak
kekuasaan Allah.
Jodoh memang ada di tangan Allah.
Tapi, kalau kita tidak berusaha menjemputnya, akan terus di tangan Allah.Tidak
akan pernah sampai di tangan kita.
Biarkan aku mencoba
menjemputmu dengan memperbaiki diri.
Biarkan aku menantimu dengan memperbaiki iman.
Biarkan aku menunggumu dengan terus melangkahkan kaki semampuku dalam usaha dan
ikhtiar.
Akhi….
Di tengah lelahnya hati ini, izinkan aku tetap menunggu dengan iman yang tak
pernah surut.
Meski kadang godaan rasa putus asa terus menghinggap di hati.
Aku hanya perlu
menyandarkan cinta dan harapan pada Allah. Kerana,menyandarkan harapan pada
manusia hanya akan menemui kekecewaan.
Biarkan penantian yang aku
sendiri belum tahu kapan berakhirnya ini.. Menjadi ladang ibadah yang
disediakan Allah untukku. Dan orang-orang yang sedang menanti sepertiku.
Teruslah perbaiki diri….
Aku masih setia menantimu.
INSYA ALLAH ..