Senin, 26 Agustus 2013

Kamu Tau Ini Hari Apa? Aku Tau...

          Semalam aku membayangkan bahwa besok aku akan melihat kamu untuk pertama kalinya setelah liburan panjang lebaran. Memikirkannya saja sudah membuatku tersenyum lebar...

Aku rindu wajah itu...
Aku rindu senyum itu...
Aku rindu gerakan lucu itu...
Aku rindu candaan itu...

Entah sudah berapa lama aku menanti kerinduan itu untuk segera menguap. Melepaskan semua rasa rindu ini. Hanya melihatmu, itu pasti terselesaikan. Kamu seperti obat penenang dalam hidupku. Disaat aku kangen kamu, hanya dengan smsan saja masalah itu menjadi keuntungan tersendiri.

Waktu sudah menunjukkan angka 05.45. Sudah waktunya aku berangkat sekolah untuk pertama kalinya. Hari ini upacara memperingati Hari Kemerdekaan RI. Selama upacara berlangsung aku mencari kamu. Tapi sosok yang aku cari tak ku temui. Hingga upacara selesai aku mencarimu lagi dan melihat sosok pria sedang duduk manis dengan senyum indah merangkai wajahnya yang imut. Dia...

Sosok yang aku rindukan selama ini...
Sosok yang telah membuat aku tersenyum...
Sosok yang telah memenuhi pikiranku...
Sosok yang telah menyita waktuku hanya untuk memikirkanmu...

Aku melihat kamu. Senyum ini tak bisa berhenti. Aku senang kamu sehat, karena kabar terakhir yang aku terima kamu sakit :(

Aku menangkap sosok itu. Aku melihat dia. Aku menatap tiap tingkah dia. Dan saat itu juga jantung ini berhenti. Hening. Dia melihat aku. Dia tersenyum. Aku balas senyum. Kita sama-sama tersenyum :)
Kamu tau perasaanku saat itu seperti apa? aku tau jawabannya. Tidak! Tentu saja. Kalau kamu tau saat itu perasaan aku tak karuan. Speechless. Aku senang bisa melihatmu kembali. Pertemuan ini sangat ku sukai. Mungkin ini awal yang baik untukku dan juga untukmu :)

Senin, 22 Juli 2013

Pria di Taman Kecil

Duduk dibawah cuaca udara yang sejuk dengan nuansa hening. Dikelilingi sahabat dan terlihat di seberang sana beberapa pria muda sedang bermain basket dengan asyiknya. Kupandangi beberapa pria itu dengan mata. Tetapi hanya satu yang kupandangi dengan mata hati. Mata hati yang mungkin ada rasa yang berbeda saat memandangi pria itu dengan pria lainnya. Entah sudah berapa lama kupandangi dia dengan mata ini. Tanpa kusadari dia telah usai bermain dan duduk di Taman Kecil yang ditanami beberapa tanaman penyejuk teras di depan kelas. Sesekali ku pandangi pria itu. Sosok pria lucu, manis, humoris, putih, pintar, lincah dan shaleh :) Tanpa bosan kupandangi pria lucu itu dan tanpa disadari pria itu membalas pandangan ini. Sekejap aku langsung mengalihkan pandangan mata ini. Rasa takut bercampur senang pun mulai merasuk.

Handphone ditangan hampir menyamai kaca yang bisa melihat sosok pria lucu yang sedang duduk di Taman Kecil. Bagai spion motor yang selalu mengawasi gerak motor di belakang. Aku pun menggunakan handphone ini untuk terus mengawasi gerak gerik pria lucu itu. Sesekali ku lihat dia memandang ke arahku. Ingin rasanya ku balas pandangan mata itu yang mengoda hati. Hati yang mungkin sudah mulai terpikat pada sosoknya. Sesekali aku mencuri gerak gerik pria lucu itu dengan mata ini. Kudapati dia dengan keadaan manis dan sesekali juga pria lucu itu memergokiku sedang memandanginya. Rasa malu bercampur senang tentunya yang sedang di rasakan.

Teman sampingku sudah mengetahui jika aku menyukai pria lucu itu. Sesekali temanku melirik ke arah pria itu dan temanku mengatakan pria lucu itu sering melirik ke arahku. Mungkin pria itu tersadar jika aku mulai sering memperhatikan dia. Apa kita saling kenal? Tentu saja. Kita sudah sering chat di social media. Kami juga pernah bersapa tegur di sekolah jika berpapasan. Pria itu sangat asik bila di ajak bercanda. Kami sangat nyambung. Tapi ada satu permasalahnnya. Apa? Sudahlah lupakan. Itu terlalu menyakitkan untuk di bahas. Permasalahan itu cukup bisa dilupakan dengan kejadian di Taman Kecil saat itu. Taman Kecil yang cukup berkesan walau waktu yang dilalui terlalu singkat :)

A Little Too Not Over You

Oohhhh oh, oh..
It never crossed my mind at all.
It's what I tell myself.
What we had has come and gone.
You're better off with someone else.
It's for the best, I know it is.
But I see you.
Sometimes I try to hide
What I feel inside,
And I turn around.
You're with him now.
I just can't figure it out.
Tell me why you're so hard to forget.
Don't remind me, I'm not over it.
Tell me why I can't seem to face the truth.
I'm just a little too not over you.
Not over you....
Memories, supposed to fade.
What's wrong with my heart?
Shake it off, let it go.
Didn't think it'd be this hard.
Should be strong, movin' on.
But I see you.
Sometimes I try to hide
What I feel inside.
And I turn around,
You're with him now.
I just can't figure it out.
Tell me why you're so hard to forget.
Don't remind me, I'm not over it.
Tell me why I can't seem to face the truth.
I'm just a little too not over you.
Maybe I regret everything I said,
No way to take it all back, yeah...
Now I'm on my own..
How I let you go, I'll never understand.
I'll never understand, yeah, oohh..
Oohhh, oohhh, oohhhh..
Oohhh, ooohhhh, oohhh.
Tell me why you're so hard to forget.
Don't remind me, I'm not over it.
Tell me why I can't seem to face the truth.
I'm just a little too not over you.
Tell me why you're so hard to forget.
Don't remind me, I'm not over it.
Tell me why I can't seem to face the truth.
And I really don't know what to do.
I'm just a little too not over you.
Not over you, oohhh..

Love In Heart

Mungkin ini memang jalan takdirku...
Mengagumi tanpa dicintai...
Tak mengapa bagiku,
Asal kau pun bahagia dalam hidupmu... dalam hidupmu...

Telah lama ku pendam perasaan itu...
Menunggu hatimu, menyambut diriku...
Tak mengapa bagiku,
Mencintaimu pun adalah bahagia untukku... bahagia untukku...

Ku ingin kau tahu diriku disini menanti dirimu...
Meski kutunggu hingga ujung waktuku...
Dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya...

Dan izinkan aku memeluk dirimu kali ini saja....
Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya...
Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejap saja...

Ku ingin kau tahu diriku disini menanti dirimu...
Meski kutunggu hingga ujung waktuku...
Dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya...

Dan izinkan aku memeluk dirimu kali ini saja....
Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya...
Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejap saja...

Kamis, 02 Mei 2013

Luapan Egoisku


          Disaat aku berandai-andai, aku ingin perandaian itu menjadi nyata. Memang aku terlalu egois. Tapi hanya itu yang aku mau. Aku ingin kamu menjadi milikku. Memang, itu adalah hal yang tidak logis. Tapi apa mungkin keinginanku itu dapat menjadi kenyataan? Disaat status kamu kini menjadi milik orang lain. Cinta memang sudah membuat aku tidak pernah berfikir jernih. Aku memikirkan hal-hal yang mungkin bisa dikatakan mustahil. Aku ingin egois hanya untuk saat ini saja. Aku hanya ingin menikmati hal-hal terindah bersamamu walau hanya mimpi. Keindahan yang hanya bisa di dapat dari cintamu, bukan cinta yang lain. Perasaan tidak bisa dibohongi, perasaan tidak bisa di munafikkan, perasaan tidak bisa di mainkan seenaknya, perasaan juga tidak seindah kenyataan. Seketika aku berfikir, apa aku bisa miliki kamu? Ngobrol sama kamu? Jalan berdua sama kamu? Bercanda sama kamu? Tertawa sama kamu? Duduk dikantin sama kamu? Smsan sama kamu? Bahkan untuk sekedar melihat senyum kamu saja aku takut. Bukan takut karena nanti pacar kamu marah sama aku, tapi takut karena nanti itu senyuman terakhir kamu buat aku L

   Cinta itu rumit ya? Aku pusing selama ini cuman berandai-andai saja. Aku ingin perandaianku ini nyata dalam kehidupan, bukan sekedar nyata dalam anganku saja. Jika saja egois itu perbuatan terpuji, mungkin aku ingin kamu putus dengan pacar kamu dan kamu jadi pacar aku. Aku tak perduli jika nanti aku di jadikan buah bibir oleh teman-temanku. Atau aku di bilang PHO atau apa lah. Pokoknya aku tidak perduli! Terkadang aku berfikir, ada baiknya jika aku lupain kamu. Tapi rasanya sulit buat buang jauh-jauh bayangan kamu dari otakku. Kamu sudah masuk terlalu jauh sampai-sampai sulit untuk dicari. Entah apa yang sekarang bisa dilakukan. Apa aku harus mundur demi kamu bahagia, atau aku harus tetap maju demi rasa egoisku ini tersiratkan? Entahlah. Saat ini cuman satu yang aku mau. Kamu jadi pacar aku. Aku pengen kita sama-sama. Tak perduli apa akibatnya nanti. Yang jelas rasa egois ini sudah membuat aku buta. Buta akan segalanya. Termasuk buta untuk memahami perasaan orang lain.

 

Rabu, 17 April 2013

Seperti Akar

          Hari demi hari... Detik demi detik... Sulit rasanya untuk mencoba. Semakin mencoba hasilnya malah memburuk. Ketakutan itu semakin menjadi-jadi. Hasil yang di impikan pun tidak terjadi. Bukan itu yang aku harapkan. Ketakutan itu semakin nyata... nyata... dan nyata... Kenyataan yang ditakuti semua orang. Termasuk aku! Disini aku hanya manusia biasa yang mungkin memiliki kekurangan. Aku disini hanya berusaha untuk mengenang bukan membawanya ke masa depan! Semakin sering di coba tapi kenapa semakin sulit rasanya. Tolong hilangkan perasaan ini. Perasaan yang terlanjur tumbuh dan semakin tumbuh ke dalam. Layaknya akar yang semakin dalam semakin kuat untuk di pertahankan. Mungkin rasa ini tak layak untuk di simpan. Karena apabila perasaan ini tercium. Pasti banyak hati yang tersakiti. Tolong hentikan perasaan ini. Biarkan perasaan ini menguap dan habis. Jangan padatkan perasaan ini !!!

Ungkapan Kawan

          Yang aku inginkan adalah aku bisa melihatmu hidup bahagia dengan seseorang yang sudah kau pilih. Hanya satu syarat yang ku izin kan jika kau harus bersamanya, yaitu dia harus lebih baik dari ku. Karena mungkin aku tak cukup baik untukmu. Dan mungkin dengan pilihanmu, aku bisa tersenyum bahagia meninggalkanmu


          Sayang, terima kasih karenamu aku bisa belajar menyayangi seseorang. Aku bisa mencintai seseorang. Aku bisa belajar apa itu KETULUSAN. Apa itu KESABARAN. Dan apa itu KEIKHLASAN. Terima kasih karena kau sudah mau mengerti perasaanku dan memahami isi hatiku. Itu semua sudah cukup bagiku. Walaupun kau tak atau jejakku. Terima kasih SAYANG :')


          Perasaanku hanyalah milikku sendiri. Bukan untuk dibagikan kepada banyak orang. Ya Allah aku mencintaimu dalam diam. Dengan kejauhan yang terkadang merindukan dan harus menjaga kesucian dan kehormatannya.


Sekali lagi ku ingin melihatmu tersenyum...
Sekali lagi ku ingin melihatmu berjalan di hadapanku...
Sekali lagi ku ingin kau menatapku...
Menatapku dengan tatapanmu yang begitu tajam...
Seperti tanaman mati yang hidup kembali...
Begitulah yang kurasakan saat melihatmu lagi.. lagi.. dan lagi...
Sekali lagi aku ingin kau tetap ada dihatiku...


          Dunia ini menyakitkan sayang...
          Dunia ini kejam !!!
          Dunia ini penuh misteri ???
          Kenapa kita tetap terus berjalan?
          Di dunia ini yang kejam !??!


Created by Sihaekyuppa9608