Rabu, 31 Desember 2014

Untukmu Yang Ku Nanti

Janji Allah mungkin tidak datang dengan “SEGERA”.
Tapi akan selalu datang dengan “PASTI”. Seperti apa yang telah Allah janjikan dalam surat An-Nur : 26.
Sekarang, aku memang tidak tahu dimana keberadaanmu. Tapi aku yakin, kau akan dipertemukan Allah denganku saat masing-masing kita telah baik di hadapan Allah.
Jika aku menginginkan kau seorang yang baik dihadapan Allah, Maka izinkanlah aku untuk selalu memperbaiki diriku dengan kebaikan sesuai ketentuan Allah.
Jika aku menginginkan kau memberikan cintamu hanya untukku, Maka izinkan mulai sekarang aku menjaga hati dan cinta ini hanya untukmu.
Jika sekarang aku menginginkanmu menjaga akhlak dan pandanganmu untukku, maka izinkanlah mulai sekarang aku menjaga akhlak dan pandanganku hanya untukmu.
Sehingga, ketika telah tiba waktunya bagi Allah untuk mempertemukan kita, indahnya cinta yang terbingkai dengan syurga pernikahan akan menjadi penggenap separuh dari agama ini.
Jika aku boleh jujur, penantian panjang ini layaknya malam yang semakin gelap dan pekat. Hanya cahaya iman dan sabar yang akan menjadi penerang. Tapi aku yakin, malam yang semakin gelap dan pekat itu, tidak akan berlangsung selamanya.
Kerana semakin waktu berangkat jauh membawa gelapnya malam, semakin dekat pula waktu menuju pagi dengan sambutan mentari yang cerah.

Ya… di saat pagi itulah Allah akan mempertemukan kita sesuai janji_Nya.

Pagi yang cerah dengan sapaan mentari yang ramah.
Bersama kidung cinta yang akan terus terlantun membawa nyanyian syurga yang Allah turunkan untuk kita.

Gerbang pernikahan yang indah dengan hiasan bunga ridha dan restu dari Allah.

Insya Allah akhi…
Waktu itu pasti akan datang bersama izin dari Allah.

Entah kapan, aku sendiri juga belum tahu.

Biarkan Allah yang merenda ini dengan indah. Antara harapan dan kenyataan, ada jarak dan waktu. Jarak itu bisa satu centimeter, bisa juga satu kilometer. Atau bahkan lebih.
Waktu itu bisa satu hari atau bisa juga satu tahun. Atau bahkan lebih. Dan di dalam jarak dan waktu itulah, kita isi dengan kesabaran dan do'a.

Jodoh memang mutlak kekuasaan Allah.

Jodoh memang ada di tangan Allah.
Tapi, kalau kita tidak berusaha menjemputnya, akan terus di tangan Allah.Tidak akan pernah sampai di tangan kita.

Biarkan aku mencoba menjemputmu dengan memperbaiki diri.

Biarkan aku menantimu dengan memperbaiki iman.
Biarkan aku menunggumu dengan terus melangkahkan kaki semampuku dalam usaha dan ikhtiar.

Akhi….

Di tengah lelahnya hati ini, izinkan aku tetap menunggu dengan iman yang tak pernah surut.
Meski kadang godaan rasa putus asa terus menghinggap di hati.
Aku hanya perlu menyandarkan cinta dan harapan pada Allah. Kerana,menyandarkan harapan pada manusia hanya akan menemui kekecewaan.
Biarkan penantian yang aku sendiri belum tahu kapan berakhirnya ini.. Menjadi ladang ibadah yang disediakan Allah untukku. Dan orang-orang yang sedang menanti sepertiku.


Teruslah perbaiki diri….

Aku masih setia menantimu.
INSYA ALLAH ..

Minggu, 05 Oktober 2014

Salah Bulan

          Sebelumnya saya terima kasih sekali dengan kalian yang telah mengucapkan kalimat "Selamat Ulang Tahun Cyndi". Sungguh kalian begitu perhatian :) Tapi tahu kah kalian? Hari ini bukan hari Kelahiran saya. Kalian salah bulan hihihi ;) Bukan tanggal 5 Oktober, tapi 5 April. Entah siapa yang telah memulai semuanya. Tapi setelah di telusuk ya Ririn pembuat berita tersebut haha :D Dan kacaunya dia sendiri belum mengucapkan kalimat itu..

          Pagi-pagi saya di kejutkan oleh suara isi bbm yang mengatakan kalimat itu. Awalnya saya bingung. Apa ini hanya candaan? atau lainnya? Tapi makin lama, makin banyak yang mengucapkan. Kemudian saya tanya mereka satu per satu. Mereka semua tahu info tersebut dari Nisa. Tapi saat saya tanya ke Nisa, dia tau dari Ririn yang berbicara begitu meyakinkan haha. Sampai-sampai pm mereka penuh dengan kalimat ucapan untuk saya. Terharu tapi penuh gelak tawa -wkwkwk- Mereka yang mengucapkan malu sekaligus sebal karena dapat info tidak benar. Ini kali pertama saya diucaapan di beda bulan.. Tapi tak apa, setidaknya saya di beri ucapan di umur saya yang ke 18,5 tahun

          Terima kasih untuk kalian teman-temanku yang sudah care dengan saya. Padahal terhitung kita baru kenalan selama sebulan tapi rasanya kita sudah begitu dekat :) ({})

Kamis, 02 Oktober 2014

Kita Punya Cerita

Alhamdulillah masih di kasih kebahagian dengan teman-teman seperti kalian. Saya bahagia punya teman dan sahabat seperti kalian. Care. Baik. Jarang ada kawan yang baru saja sebulan kita berkenalan tapi rasanya sudah bertahun-tahun lamanya kita saling kenal. Terima kasih untuk waktunya kemarin -1-10-2014- Best moment saat kita berkumpul bersama. Rasanya tak mau lepas, tak mau jauh-jauh dari moment itu. Kita selfie, makan bareng, main timezone, nonton The Maze Runner Movie, teriak-teriak karena tegangnya alur cerita. Kita ber-enam menghabiskan waktu bersama di hari itu. Rasa lelah rasanya terlupakan jika bersama kalian. Saya bersyukur. Saya bahagia. Saya terharu. Karena dikirim teman-teman seperti kalian :')




Jumat, 26 September 2014

Trouble

          Hari ini, Kejadian ini. Masalah ini. Mungkin bisa di ambil pelajaran buat mengkoreksi diri bagi anda-anda dan juga saya. Bisa di ambil contoh dari sifat-sifat kita yang baru sebulan saling mengenal. Jangan terlalu percaya dan jangan terlalu gamblang cerita ini itu. Apalagi yang mungkin bersifat pribadi. Ada batasannya. Walaupun sudah terlanjur terjadi salah faham, tolong selesaikan secara baik-baik. Seperti kata pepatah penyesalan memang selalu datang di akhir waktu.

          Posisi saya disini tidak memihak di salah satu pihak. Saya disini hanya mencoba membantu mencari titik terang dan mencoba membuat seseorang membuka mata agar tau mana teman yang baik tanpa ada sedikit pun pemanfaatan dan mana teman yang dekat hanya karena ingin cari tau sesuatu.

          Kamu terlalu polos cantik. Sampai-sampai mau diperlakukan apa saja. Kamu terlalu baik untuk di perlakukan dengan mereka seperti itu. Kamu anggap mereka teman baik. Tapi apa teman baik tega menertawakan temannya yang di permainkan? di corat-coret? Teman baik bukan seperti itu cantik. Walaupun kamu bilang itu hanya bercanda. Tapi candaan itu sudah kelewat batas. Saya disini bukan secara gamblang bahwa dia tidak baik. Bukan. Dia baik, asik. Tapi penyampaian, penyesuaian, tingkah laku dia sangat salah. Egois.

          Satu lagi untuk anda. Ya mungkin anda sudah mendengar kata-kata saya. Omelan saya karena perbuatan anda salah. Walaupun kita dekat sebagai teman baik. Teman saling berbagi. Saya tidak pernah menapis bahwa anda juga salah. Saya bukan tipe teman yang main di belakang. Kalau anda salah ya saya bilang salah. Saya tak pernah membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar. Tolong lah jangan terlalu di butakan oleh cinta. Jangan hanya karena cinta teman baik anda jadi korban. Boleh anda menyukai seseorang tapi tolong jangan semua apa yang kita ceritakan di sampaikan kepada si cantik. Dan tolong setiap ada masalah, jangan pernah selangkah pun untuk lari dari masalah itu. Karena itu semua tidak akan berakhir. Yang ada hanya kegelisahan yang tampak membayangi. Berusahalah bersikap santai, biasa saja. Jangan menampakkan jika anda sedang ada masalah. Itu malah hanya membuat orang-orang curiga dan menjadi tau titik masalahnya.

          Mungkin masalah ini belum selesai entah sampai kapan. Namun semoga masalah hari ini bisa jadi koreksi diri agar di kemudian hari kita bisa berhati-hati dalam memilih teman, dan terutama jangan sampai buta karena cinta. Cukup di jadikan pelajaran dan contoh saja. Wassalam~

Mungkin

Aku berharap tak pernah bertemu denganmu
Supaya aku tak perlu menginginkanmu
Memikirkanmu dalam lamunku
Supaya aku tak mencarimu setiap kali aku rindu...
Supaya aku tak punya alasan untuk mencintaimu
Tapi...
Kalau aku benar-benar tak pernah bertemu denganmu
Mungkin aku tak akan pernah tahu seperti apa rasanya sungguh-sungguh mencintai... ^_^

Kamis, 25 September 2014

Rindu

Rindu...
Penyakit yang tidak bisa disembuhkan oleh dokter kecuali dengan bertemu.
Rindu...
Perasaannya yang sulit dikendalikan
Tidak mengenal batas
Ia ada mengekal di setiap desah nafas, jarak dan waktu tidak bisa membunuh rindu.
Dengan cinta-Nya, rindu akan bekerja.
Bertahan dengan sebuah do'a.

Rinduku tak pernah mengada-ada
Ia tercipta karena ulahmu
Ia terlahir karena kehadiranmu
Maka aku mohon
Jangan kecewakan rinduku
Dan juga ...
AKU

Rindu terkadang mencabik pertahanan
Keegoisan membelenggu
Tapi terkadang rindu tak segan menyalak
Meminta untuk dipertemukan

Rindu menyembul di saat yang tak tepat
Kepada sesiapa dan seketika itu juga

Aku ingin rinduku bertempias
Dan ada kamu yang menangkapnya
Di sini..

Cinta Selalu Ada

Maaf dan terima kasih atas segala cinta yang tak pernah luput kau beri.
Pertemuan denganmu adalah sebuah hal yang selalu kutunggu dari dulu semenjak kepergianmu.
Tentangmu, tentang waktu, dan segala tungguku.
Aku masih, mencintaimu
Dengan sukarela, tanpa diminta...

Terkadang cinta begitu saja mendekap manusia
Meski kita menahan nafas untuk tak mengungkapkannya
Tapi hati menerkam dada kita untuk mengatakannya
Cinta tak peduli...
Kepada siapa...
Dan untuk siapa...

Cinta tak butuh selalu bertemu, tapi ia menyimpan memori di dalamnya
Jika kebersamaan menyakitkan, lebih baik berpisah tapi saling merindukan
Jika seia tapi saling menikam, lebih baik berjauhan tapi saling menjaga hubungan
Aku tak pernah merebut apa yang kau punya
Aku tak pernah ingin mengubah apa yang sudah tercipta
Kau berhak percaya, kau juga berhak tidak mengindahkan

Satu hal yang kau lupa
Cinta selalu ada
Saat kau inginkan atau tidak kehadirannya

Semoga cinta selalu mendekapmu erat
Seperti doa-doaku yang tak pernah lelah berharap

Cinta tetaplah disini...
Memadu padankan hati...
Menua berdua...
Merenta bersama...

Sabtu, 20 September 2014

Candu Cintamu

Ketika cinta tumbuh dalam kejauhan dan berubah menjadi kerinduan yang menjelma setiap detiknya malam. Bahkan tak pernah sedikit pun rasa rindu itu menguap. Terlebih ketika kita jarang bertemu lagi setiap harinya. Bahkan setiap pekan. Atau setiap bulan? Entahlah. Rasa rindu itu semakin memuncak dan menumpahkan segalanya yang ada di hati melewati butir-butir air yang jatuh melewati pipi. Menangis? Ya aku pun tak tahan lagi harus berkata apa.Tak tau lagi apa yang harus aku lakukan untuk meluapkan rasa kerinduanku selama ini selain dengan menangis. Tak ada cara lain selain menangis. Aku tau ini sangat berlebih. Tapi ini lah kenyataannya. Semakin lama aku bersikeras untuk melupakanmu. Semakin sulit aku melupakanmu..

Apakah kau tau? Bahwa aku... aku sangat ..  sangat mengagumimu? Ah kau pasti tak tau dan tak akan pernah tau bahwa aku mengagumimu. Ah bukan. Kini rasa kagum itu telah berubah seiring berjalannya waktu. Rasa ini bukan hanya sekedar mengagumi saja, kini telah lebih dari sekedar mengagumi. Oh tidak. Aku tidak waras. Apa aku..menyukaimu? Menyukai seseorang itu hal yang wajar. Tapi kenapa harus kau yang aku sukai? Kenapa bukan orang lain yang lebih pantas. Memang cinta itu bisa muncul kapan saja dan dimana saja. Tak pernah memandang siapa dia dan siapa aku. Tapi.... kenapa cinta itu harus muncul di saat yang tidak tepat? Saat dimana hatimu sudah ada yang memiliki. Oh dear.. Haruskah aku mencintai seseorang yang telah memiliki tambatan hati? Haruskah aku mencintai seseorang yang telah memiliki kekasih? Dan haruskah aku mencintai seseorang yang dengan sedikit kemungkinan bisa membalas cintaku? Terlalu banyak yang terluka dari pertanyaan itu. Sungguh...

Dimana aku harus menyembunyikannya? Menyembunyikan kesedihan dan melihat kenyataan bahwa kau sudah dengan dia. Ah itu sulit. Sungguh. Sebagian hatiku merasa tidak terima. Rasanya hatiku seperti dicabik-cabik kasar oleh tangan dengan kuku runcing. Tapi ini lah "cinta". Rasa cinta itu menganak menjadi rindu, cemburu dan candu. Pertemuan denganmu adalah sebuah hal yang selalu kutunggu dari dulu semenjak aku lulus. Tentangmu, tentang waktu dan segala tungguku. Aku masih mencintaimu. Dengan sukarela. Tanpa diminta... :)

Senin, 18 Agustus 2014

Briefing UHAMKA

Alhamdulillah hari ini cukup bahagiaaaaa :) yaa walaupun capek banget sih ya tapi itu semua kebayar kok sama kebahagiaan yang tercipta hari ini :)
Hari pertama dan briefing UHAMKA. Ruang 204 Gedung D. Sesi pertama itu briefing buat PekaF, dilanjutkan dengan briefing PekaU. Di bacain deh sama ka Mustika barang bawaannya. Yaa gitu deh barang bawaan klo jadi maba atau engga pas jaman dulu di MOS gimana coba? *buanyaaaaak* Tapi untungnya ga pake nama yang aneh-aneh. Fiuuhh ~_~
Oiyaaa fotonyaa. Tau gak? Disuruh foto sama anak SMA. Ya gitu namanya juga Fakultas keguruan jadi harus foto sama siswa dan kita harus berperan jadi guru. *rempong yaa*

Oke. Sekarang kita lanjut ke briefing yang kedua itu mengenai IMM. Pasti pada nanya nih IMM singkatan dari apa? Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah. Sejenis organisasi gitu tapi lebih rumit dari OSIS *yaiyalaaaah* Buat briefing kali ini kita dibimbing sama ka Ira. Cakep deh :3 Prodi Matematika semester 3. Kali ini kita bahas Masta buat tanggal 27-28. Barang bawaannya ga berat kok. Kayanya sih bakal asik. Seru. Aaaakk ga sabar deh buat ke tanggal 25-28.. Tapi yang dipusingkan itu kenapa harus jam 05.00 udah harus ada ditempat? Aduh sumpah itu gw harus datang jam berapaaa????? *mikirkeras*

Oke mikir kerasnya udahan dulu. Lanjut dengan usaha gw buat sampai ke UHAMKA. Aduuh kalau di inget-inget perjuangannya tuh letih banget *lebay* jadi gini gw baru bangun jam 06.00. Sebelumnya gw udah bangun jam 05.00 tapi tidur lagi *duuh kebo dasar* ya namanya juga ngantuk kan ada aja godaan setannya. Nah gw baru berangkat tuh jam setengah 7. Bayangin aja gw rela-relain ngebut setengah mati dan harus jalan lawan arus. Gimana ga bahaya coba? Dan alhasil sebelum jam 08.00 pun gw sampai. Lumayan lah cepat banget broh. Pagi-pagi gitu gewla aja macet yooo..

Ya udah. Segitu aja dulu ya. Capek tau ngetik + mikir terus. Yaaaa intinya sih cukup asik sih. Udah yaa. Byeeee. Wassalamu'alaikum :)

Minggu, 20 Juli 2014

Jilbab kamu syar’i gak?

Assalamu’alaikum sahabat.. Nggak sengaja baca sebuah blog, bisa dijadikan sebuah renungan nih… hehe… monggo di baca.. *_*

   Jilbab kamu syar’i gak?

Dahi saya berkerut seketika, kalau mau ikutan berkerut baca deh kotak di bawah ini :see? udah berkerut kah dahi kalian?Itu cuplikan konsultasi yang ada di Republika online, yang di asuh oleh Hijabers Community. Itu looooh komunitas perempuan-perempuan yang lagi IN banget! Yang model jilbabnya beda dengan model-model biasanya, yang suka di lilit-lilit, yang jilbabnya double-double dengan berbagai warna dan asesoris, tau kan?Pertanyaan sekompleks itu cuman di jawab sesingkat itu. wohooooo! rasa-rasanya pengen ngasih buku fiqh akhwat. Beberapa komen yang muncul meng-sangsikan jawaban tersebut. Mana dalilnya? Qur’an surat berapa? hadist riwayat siapa? Biasa.. orang Indonesia pengennya jawaban yang lengkap dan mendetails. Sama seperti saya, lah kok ya di jawab ‘hanya’ segitunya. Kalau lagi kompre, bisa-bisa langsung di kasih C bahkan D itu sama Dosen pengujinya, dan bikin malu Dosen pembimbingnya. Selama ini belajar apa?Balik lagi ke pertanyaan itu ya. Sebenernya ada tiga segmen yang ditanyakan loh : 1. berpenampilan, 2. bersikap, 3. bertutur kata. Pengennya di bahas satu-satu, tapi bisa jadi saya copy-paste satu buku yang halamannya ribuan itu, hehe. Saya bahas tentang jilbabnya aja ya. Kompilasi dari beberapa ayat alquran, hadist, dan pengalaman saya sebagai seorang muslimah—

Tahun 2000, saat kelulusan SD, saya main ke rumah guru ngaji saya. Namanya Teh Wiwin (yang alumni STAN juga). Saya masih ingat betul apa pesannya :Barakallah ya cha.. udah lulus SD, semoga bisa masuk ke SMP favorit. Nanti kalau masuk SMP, pakaiannya harus rapih ya. Pakai JilbabGak ngerti deh, apa jadinya kalau saya gak langsung pakai jilbab saat SMP itu. Emang sih pas SD saya seringkali pakai jilbab, tapi yaa tetep roknya se-lutut. SMP itu benar-benar mulai berjilbab full. dari atas sampai bawah. Saya gak ngerti, gimana ceritanya kalau saat itu saya membantah. Kapan lagi pakai jilbabnya? Sementara masa-masa SMP dan SMA (apalagi pas kuliah) itu masa-masanya nge-gaya. Eh beneran deh, model baju, celana, rok, gaya rambut selalu dinamis. Setiap saat gonta-ganti, dan selalu terlihat keren dimata para ABG *termasuk saya. Tapi alhamdulillah, saya jadi gak terlalu memikirkannya karna sudah berjilbab. Mau gaya apa lagi? Jilbab + Baju Panjang + Rok/Celana Panjang. Segimana-pun di gaya, ya tetep aja sebegitunya *waktu itu belum ada Hijabers community yaKalau katanya berjilbab itu hidayah, saya rasa saya termasuk yang prosesya sangat mudah. Guru ngaji nyuruh, saya nurut. simple, kan? Waktu itu saya di kasih tau secara sederhana, Wanita Islam itu wajib menutup auratnya secara utuh, sesuai dengan syariat. Wajibnya setara dengan sholat, zakat, puasa. Jadi kalau gak sholat itu dosa, secara sederhana saya mendefinisikannya : gak pakai jilbab juga dosa.Saya tanya ke Abang :Kenapa si Bunga gak pakai jilbab? kan udah gede, katanya perempuan Islam wajib pakai jilbab kalau udah gede?

si Abang jawab gini :Katanya belum dapat hidayah. Padahal Hidayah itu sama seperti rezeki, kalau gak di cari, gak di jemput, ya gak akan dapat. Banyak kan perempuan sekarang, kalau ditanya kenapa belum pakai jilbab nge-jawabnya se-sederhana itu : belum dapat hidayah.Iya, kadang saya juga suka mikir : apa susahnya sih pakai jilbab? mereka mikir apa ya sampai memutuskan untuk belum berjilbab? tapi kata si Teteh itu pikiran egois, gak boleh.Bukannya sudah sangat jelas ya dalil-dalilnya :

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, ….’ [Qs. an-Nûr : 31]

‘Hai nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak diganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’ [Qs. al-Ahzab : 59]

hm.. kadang kalau berhenti ngaji pas di surat al’araf, trus ketemu dengan ayat ini :‘Hai anak Adam, Sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan dan pakaian takwa itulah yang paling baik.’ [Qs. al-A'raaf 26]

Nah kan, salah satu yang membedakan manusia dengan hewan itu ya di atas itu : pakaian. Ngeri aja gitu, kalau kita ngaku manusia tapi tidak berpakaian sesuai syariat Islam ; menutup auratmu. Masih kurang yakin kalau menutup aurat itu wajib? nih, di kasih hadistnya :Hadis riwayat Aisyah r.a, bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasulullah dengan pakaian yang tipis, lantas Rasulullah berpaling darinya dan berkata, “Hai Asma, sesungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haid (akil balig) maka tidak ada yang layak terlihat kecuali ini,” sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan. (HR Abu Daud dan Baihaqi)masih ada yang ragu dengan kewajiban menutup aurat?‘Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya. Maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata [Qs.Al-Ahzab: 36]

—Beberapa waktu ini saya ganti model jilbab, #eaaaaaa #ababildetected. eits eits, gak gitu sih sebenernya. Awalnya saya biasa ke kantor pakai jilbab ‘paris’ dengan topi ‘ciput’ untuk peyanggahnya. ngerti kan ya?Nah, untuk perawatan ciput seperti ini adalah di cuci dengan hanya mengucek-kucek ringan saja, dan setelah kering JANGAN DI SETRIKA! karna nanti ujungnya akan menjadi lancip, dan jadi jelek untuk membentuk lengkungan jilbab segi-empatmu. Kira-kira saya punya 10 buah ciput seperti ini. Sayang sejuta sayang, saya selalu lupa bilang sama si mbak yang bantu-bantu di kotsan untuk gak nyetrika ciputnya. Sampai saya sadar, ternyata ke-10 ciputnya sudah berujung runcing. Alhamdulillah saya punya ciput model lain, itu loh ciput arab dan ciput maroko.karna memang saya belum pernah menggunakannya di kantor (kalau di luar kantor sih beberapa kali sudah pernah pakai) jadilah beberapa orang kantor berkomentar. Dari mulai yang bilang saya tambah cantik *hueks* sampai tanya : mau ondangan dimana? *whaha* Karena (lagi) bentuk wajah saya ini unik, jadi kalau pakai ciput model ini dengan style jilbab seperti saat memakai ciput biasa akan terasa, hm… mari katakan : aneh. Jadilah, saya juntaikan di salah satu sisinya, di lilit sedikit di sebelah kanan, di bawah bahu di kasih broche atau saya bentuk bunga gak jelas. Yaaa, pokoknya gitu deh. Memang terdengar ribet, tapi asli deh : kalau pakai jilbab dengan ciput biasa saya menghabiskan 5 menit di depan cermin, kalau dengan ciput arab ini cuman beda 2 menit, jadi 7 menit gtada yang komen seperti ini ;deeeeeuuh, icha sekarang GAYA!whehe, padahal dari dulu juga saya mah gaya loh *lemparcentong.Lalu ada yang bertanya :apa syar’i jilbab seperti itu cha?Hem.. mari kita bahas sedikit syarat-syarat jilbab yang syar’i yaaaaa (sekalian pakaian muslimah juga deh), biar tiada dusta di antara kita

1. Menutupi seluruh tubuh selain yang dikecualikan (an-Nur : 31)


2. Tidak ketat sehingga menggambarkan bentuk tubuh“Wahai Asma’ ! Sesungguhnya aku memandang buruk perilaku kaum wanita yang memakai pakaian yang dapat menggambarkan tubuhnya…” (Dikeluarkan Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah dan Baihaqi)

3. Kainnya Harus Tebal, danTtidak Tembus Pandang Sehingga Tidak Nampak Kulit Tubuh.“ Dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu : Suatu kaum yang memiliki cambuk, seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk onta yang miring, wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan ini dan ini (jauhnya).” (HR. Muslim)

4. Tidak menyerupai pakaian laki-laki.“Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam melaknat pria yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian pria” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Hakim dan Ahmad dengan sanad shohih)

5. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir. *eh sering liat gak, wanita berjilbab seperti biarawati gereja gt? serem ya?ada yang mau nambahin ga? Kadang kalau ditanya jilbab (dan pakaian) yang syari itu seperti apa, maka dengan sederhana saya akan jawab :saat kamu pakai pakaian dan jilbabmu, kamu bisa kapan-pun SHOLAT!!udah titik. gitu aja. bisa gak kamu sholat dengan pakaian dan jilbab seperti itu? karna kan syarat sah nya sholat itu tertutup aurat, sama toh dengan syarat pakaian/hijab nya seorang muslimah.

Pakai legging aja, trus kaos lengan panjang aja, syar’i gak?maka akan saya jawab :kamu berani gak sholat dengan pakaian+jilbab seperti itu? gampang kankalau ada yang tanya lagi :Jilbab pendek *tidak menutupi dada* syar’i gak?maka, jawaban saya tetep sama kok :Bisa sholat kah dengan pakaian+jilbab pendeknya itu?maka akan dengan sendirinya untuk melengkapi batasan-batasan apa saja yang harus tertutupi atau dibiarkan terbuka : pakai kaos kaki wajib? jawab sendiri, pakai manset untuk menutupi sebagian tangan *yang kadang bagian lengan dari sebuah baju akan naik-naik membuka bagian lengan kita* wajib juga ga? jawab sendiriNaaaaaah, dengan variasi jilbab saya yang sedikit berubah itu saya akan tanya diri saya sendiri : bisa sholat kah? insyaallah bisaYuk ah, benahi hati, benahi diri, untuk kebahagiaan hakiki

Semoga bermanfaat sahabat ^_^

#JanganJadiMuslimahNyebelin 

Jumat, 11 Juli 2014

Apa Kabar, TUAN?

Selamat siang Tuan. Apa kabar kamu? Semoga kabar baik yaahh :) Entah sudah berapa lama kita tak bertemu semenjak aku lulus. Aku rindu kau, Tuan. Aku rindu senyummu. Rindu candamu. Rindu wajahmu. Bahkan rindu akan suaramu yang jarang sekali aku dengar. Tapi aku lebih rindu caraku melihatmu dari jauh. Tetap mengawasi gerak-gerik yang kau lakukan secara sembunyi. Secara diam. Diam bukan berarti aku tak melangkah. Aku diam karena aku tak ingin kau tahu bahwa ada seseorang yang mencintaimu lebih dari... mungkin dari kekasih hatimu...
Oh ya bagaimana dengan hubungan kamu dan ... kekasih hatimu? Iya kekasih hatimu itu. Adik kelasku. Dekat denganku. Bahkan sangat dekat sampai kita saling bercerita kekasih hati kita masing-masing. Kamu tau kekasih hati kita itu siapa? KAMU. Iya kamu. Kekasih hati dua wanita ini, kakak beradik ini. SAMA. 
Kamu tau, Tuan? Aku menyukaimu sejak dulu. Sejak kamu dan kekasih hatimu belum memiliki hubungan apapun. Sejak kamu belum mengenalku. Sejak kita belum saling mengenal...

Tuan... entah berapa lama perasaan ini akan tetap bertahan dan terjaga untuk tetap menunggumu. Menunggu kepastian yang mungkin tak akan ada pastinya. Kamu tahu, Tuan? Selama ini aku cukup tegar untuk melawan rasa sakit ini. Rasa sakit saat kau sedang bersama kekasih hatimu. Orang yang dekat denganku.
Tuan... Selama ini aku baru tahu apa itu cinta yang sesungguhnya. Dan kamu adalah cinta pertamaku. Iyaaa LOVE AT FIRST SIGHT. Kamu beruntung, Tuan. Sangat beruntung karena bisa membuat aku menaruh hati padamu dan membuat aku berani untuk terjun ke dalam dunia khayalan. Entah bagaimana aku bisa berkhayal dan berimajinasi bahwa kelak nanti kita akan di persatukan. Aku bingung mengapa aku begitu yakin untuk menaruh hati padamu. Aku sangat bingung, Tuan...

Tuan.. kalau boleh aku tahu. Bagaimana dengan perasaanmu sekarang? Apa kau masih setia dengan kekasih hatimu? Apakah ada sedikit perasaan untukku? Tolong jawab pertanyaanku, Tuan. Kalau boleh aku jujur. Aku tak ingin hubungan kau dengan kekasih hatimu itu putus. Tapi aku pun tak ingin merasakan rasa sakit ini lebih lama lagi. Ini dilema yang sangat besar. Karena aku sudah menganggap kekasih hatimu itu sebagai adikku. Bagai kakak yang merelakan tambatan hatinya untuk sang adik tercinta. Itu sakit bukan?
Tuan, jika takdir tidak mempersatukan kita. Izinkan aku untuk tetap mencintaimu dan menjaga hati ini agar tetap bersih dan setia mencintaimu dalam JalanNya. Salam rinduku untukmu, TUAN :)

Minggu, 27 April 2014

Pacaran Dalam Pandangan Islam

Kita baca dulu yuk percakapan antar manusia ini. Gimana sih pandangan ISLAM dalam hal pacaran? Terutama untuk kalian yang sedang menikmati masa puber. Pasti kata CINTA dan PACARAN melekat banget tuh hehe.. Yuukkk chekhidoootttt ^^ --------

A : "Emang pacaran dalam islam nggak boleh, ya?"
B : "Iya, Rasulullah SAW. melarang segala jenis khalwat yan...g bukan mahram. Termasuk PACARAN."
A : "Walaupun beda negara? LDR gitu?"
B : "Mau beda negara, mau beda alam, mau beda dunia, mau LDR, mau tetangga, tetep aja HARAM!."
A : "Kan pacarannya nggak ngapa-ngapain?"
B : "Nggak ngapa-ngapain aja udah maksiat dan dapet dosa, rugi kan? Mendingan nggak usah deh!."
A : "Tapi kan kita punya perasaan..."
B : "So? Harus bilang WOW gitu? Punya perasaan nggak buat kamu boleh melanggar hukum ALLAH yang kasih kamu perasaan."
A : "Kalo pacarannya bikin positif?"
B : "Positif hamil maksudnya?"
A : "Hehehe.. Jangan su'udzhan. Maksudnya bersamanya bikin rajin shalat getoooo..."
B : "Shalatmu untuk ALLAH atau untuk pacar? Pernah denger IKHLAS?"
A : "Nggak, maksudnya kalo gegara dia kita rajin shalat. Dia kan jadi ber-amar ma'ruf."
B : "Halah, DUSTA! Mana ada kema'rufan dalam membangkang aturan ALLAH."
A : "Kalo orang tua kita udah restui kita pacaran?"
B : "Mau orang tua yang kasih restu, mau orang utan yang kash restu, tetep aja pacaran MAKSIAT."
A : "Katanya ridha ALLAH kan bersama ridha orang tua?"
B : "NGAWUR POOL!!! Dalam ketaatan kepada ALLAH betul... Lha, dalam MAKSIAT? Masa orang tua lebih tau dari pada ALLAH?"
A : "Jadi, nggak boleh nih? Kalau dikit aja, gimana?"
B : "EEE... PAKE NAWAR. Emang ini toko besi kulakan?"
A : "Terus solusinya gimana? Kan ALLAH ciptakan rasa cinta?"
B : " Ya MENIKAH. Itu solusidan baru namanya serius."
A : "Yaaa.... Saya kan masih belum cukup umur?"
B : "Sudah tau belum cukup umur dan belum niat nikah, kenapa malah mulai PACARAN?"
A : "Pacaran kan enak, nikmat..."
B : "Iya, nikmat bagi lelaki. Bagi wanita penyesalan penuh air mata nanti."
A : "Pacar saya udah bilang dia serius sih, 6 tahun lagi baru dia lamar saya."
B : "Itu mah nggak serius, sama aja teken kontrak untuk hidup sengsara 6 tahun ke depan."
A : "Pacar saya bilang nunggu sampe punya rumah, baru lamar..."
B : "Itu agen properti atau calon suami? Nggak serius banget sih?"
A : "Pacar saya bilang, nikahnya nanti kalau udah cukup duit."
B : "Alasan klise. Itulah yang cowok katakan untuk tunjukkan betapa dia miskin komitmen."
A : "Pacar saya bilang mau nikah, tapi nunggu saudaranya nikah dulu."
B : "Ya, putus aja dulu! Tunda aja hubungannya sampe saudaranya nikah."
A : "Pacar saya bilang, dia siap, tapi nunggu lulus."
B : "Alasan yang paling menunjukkan ketidakseriusan. Nggak siap itu namanya."
A : "Pacar saya siap ketemu orang tua sekarang juga, tapi saya yang belum siap." 
B : "CAPE DEH!"
A : "Ya udah kakak-adik aja ya?"
B : " Wkwkwk... Maksa banget sih. Mau maksiat? Giliran suruh shalat aja banyak alasan. Mau kakak-adik, tante-om, engkong-cucu, maksiat ya MAKSIAT."
A : "Terus yang serius itu yang gimana?"
B : "Yang berani datangi walimu, dapat restu walimu, dan menikahimu segera."
A : "Iya ya.. Ya udah. Saya udah putusin pacar. Dia mau bunuh diri katanya."
B : "Tuh. Tau kan mental lelaki pacaran. Dikit-dikit ngancem. Suruh nguras laut aja lelaki begitu!" 

Gimana nih percakapan antar dua manusia itu? Cukup membantukah untuk kalian kaum Muslim dan Muslimah? Mungkin ada sisi positifnya dalam pacaran itu. Tapi lebih banyak lagi sisi negatifnya. Coba kalian tela'ah lebih dalam lagi. Semoga bermanfaat ^_^

 Referensi "Udah Putusin Aja! - Felix Y Siauw"