Ketika cinta tumbuh dalam kejauhan dan berubah menjadi kerinduan yang menjelma setiap detiknya malam. Bahkan tak pernah sedikit pun rasa rindu itu menguap. Terlebih ketika kita jarang bertemu lagi setiap harinya. Bahkan setiap pekan. Atau setiap bulan? Entahlah. Rasa rindu itu semakin memuncak dan menumpahkan segalanya yang ada di hati melewati butir-butir air yang jatuh melewati pipi. Menangis? Ya aku pun tak tahan lagi harus berkata apa.Tak tau lagi apa yang harus aku lakukan untuk meluapkan rasa kerinduanku selama ini selain dengan menangis. Tak ada cara lain selain menangis. Aku tau ini sangat berlebih. Tapi ini lah kenyataannya. Semakin lama aku bersikeras untuk melupakanmu. Semakin sulit aku melupakanmu..
Apakah kau tau? Bahwa aku... aku sangat .. sangat mengagumimu? Ah kau pasti tak tau dan tak akan pernah tau bahwa aku mengagumimu. Ah bukan. Kini rasa kagum itu telah berubah seiring berjalannya waktu. Rasa ini bukan hanya sekedar mengagumi saja, kini telah lebih dari sekedar mengagumi. Oh tidak. Aku tidak waras. Apa aku..menyukaimu? Menyukai seseorang itu hal yang wajar. Tapi kenapa harus kau yang aku sukai? Kenapa bukan orang lain yang lebih pantas. Memang cinta itu bisa muncul kapan saja dan dimana saja. Tak pernah memandang siapa dia dan siapa aku. Tapi.... kenapa cinta itu harus muncul di saat yang tidak tepat? Saat dimana hatimu sudah ada yang memiliki. Oh dear.. Haruskah aku mencintai seseorang yang telah memiliki tambatan hati? Haruskah aku mencintai seseorang yang telah memiliki kekasih? Dan haruskah aku mencintai seseorang yang dengan sedikit kemungkinan bisa membalas cintaku? Terlalu banyak yang terluka dari pertanyaan itu. Sungguh...
Dimana aku harus menyembunyikannya? Menyembunyikan kesedihan dan melihat kenyataan bahwa kau sudah dengan dia. Ah itu sulit. Sungguh. Sebagian hatiku merasa tidak terima. Rasanya hatiku seperti dicabik-cabik kasar oleh tangan dengan kuku runcing. Tapi ini lah "cinta". Rasa cinta itu menganak menjadi rindu, cemburu dan candu. Pertemuan denganmu adalah sebuah hal yang selalu kutunggu dari dulu semenjak aku lulus. Tentangmu, tentang waktu dan segala tungguku. Aku masih mencintaimu. Dengan sukarela. Tanpa diminta... :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar